Sabtu, 10 April 2010

Bentukalahan Kawasan Karst

Adapun beberapa bentukanlahan pada kawasan Karst yaitu:
  1. Doline : Suatu bentuk proses yang dangkal dengan diameter berkisar dari beberapa meter sampai 1000 meter dan merupakan sebuah cekungan berbentuk bulat yang terjadi akibat pelarutan kimia atau akibat runtuhan secara umum dolina dibedakan atas 4 macam yaitu : 1. Solution doline terjadi akibat adanya pelarutan, 2. Collapse doline yang terbentuk karena runtuhan vertical, 3. Subsidence doline terbentuk karena pada bagian permukaan sehingga materialnya turun kebawah dan membentuk cekungan, 4. Subducent karst collapse doline.
  2. Shaft : Gua vertical yang berkembang di dalam lapisan epikarst dan zona vadose di dataran karst yang tidak berhubungan dengan gua horizontal pada umumnya. Terjadi karena akibat adanya arus air (aliran permukaan) yang mengalir secara vertical yang terjadi diatas muka air tanah dapat menyebabakan terjadinya proses pelarutan sehingga terbentuk gua.
  3. Cockpits : Bentuk lemah yang ada dalam kerucut karst di daerah tropikyang lembab, berbentuk bintang dengan sisi-sisi yang identik. Adanya perputusan sepanjang retakan akibat pelarutan pada batu gamping akan memisahkan batuan gamping pegunungan sehingga terbentuk blok sendiri-sendiri. Saluran atau jalur pelarutan yang memisahkan blok akan semakin dalam dan lebar sedangkan bagian atas blok akan berlubang dan terpotong atau terhenti pada lapisan kedua permukaan karst yang terbentuknya seperti corong, bentuk corong inilah yang disebut cockpits.
  4. Poljes : Cekungan besar dan memanjang dengan dasar yang rata dan dindingnya di batasi oleh bidang patahan yang curam terbentuk dalam pengaruh tektonik.
  5. Culters : Retakan yang melebar pada batuan karbonat akibat proses pelarutan di mana pada jalur retakan tersebut terisi oleh tanah. Pelarutan pada batuan karbonat ini terjadi secara vertical di sepanjang titik lemah seperti rekahan dan jont. Rekahan ini akhirnya melebar dan di isi oleh akumulasi sisa material lepas/clatis berupa tanah.
  6. Pinnades : Sisa batuan dasar dari culter yang turun kemudian secara relative membentuk pegunungan batuan yang kecil dan semit. Setelah proses pelarutan yang terjadi terus menerus akhirnya batu gamping yang merupakan batu dasar yang tidak sempurna terlarut atau meruakan sisa dari pelarutan, turun dari tempatnya semula Karen aberkurangnya daya ikat atau kekompakan batuan akibat pelarutan. Batu gamping yang porous dan dan telah turun ini lama-kelamaan terbentuk dan berkumpul semakin banyak membentuk pegunungan kecil atau dengan kata lain pinnacles merupakan hasil proses agradasi (proses yang mengakibatkan menjadi tingginya permukaan bumi yang semula rendah sebagai akibat dari penimbunan oleh gravitasi) dari cultersyang telah melapuk.
  7. Residudl hills : Perbukitan sisa erosi akibat proses pelarutan pada batu gamping setelah batu gamping yang semula kompak lalu permukaannya melapuk, maka puing-puingnya kemudian berjatuhan atau terkikis dan terangkut oleh kekuatan erosi. Bagian-bagian yang tersisa (belum lapuk dan tererosi) tampak sebagai morfologi positif (bukit/perbukitan, pegunungan) dengan kenampakan relative kurang bervegetasi.
  8. Cone dan tower karst : Hasil dari sisa erosi akibat pelarutan kimia pada batu gamping yang berbentuk kerucut (cone) dan menara (Tower) dalam jumlah kecil. Syrata terbentuknya kerucut dan menara karst biasanya harus ada batu gamping yang tebal dan kompak dengan system perkembangan retakan yang baik. Adanya perputusan sepanjang retakan memisahkan batu gamping pegunungan sehingga terbentuk blok sendiri. Blok yang berdiri sendiri itu hasil pelarutannya biasanya berbentuk kerucut (conical hills) dan bagian atas blok akan berlubang dan berbentuk corong membentuk cockpit dan terpotong sampai lapisan kedua permukaan karst sehingga membentuk suatu blok yang hamper rata bagian atasnya yang disebut dengan menara karst.


  9. To be Continue......................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tanks! Follow Me....